Creating 3D Buttons with Corel DRAW!

This tutorial will show you how to create 3D buttons in Corel DRAW! I used Corel DRAW! 7.0 for Windows. Some things may be done differently with other versions.

figure 2.9

The buttons you’ll draw during this tutorial were inspired by my stereo. I originally created these buttons for the first Earth Orbit Consulting web site. I subsequently went on to create the first GrafX Design online tutorial describing how I had created these buttons with Paint Shop Pro. To show you how some graphics can be created with a vector program as easily as they can be with a paint program, I’m re-creating that first tutorial here.

This technique involves a little more effort than the first Corel DRAW! tutorial though it’s still rather simple.

Open a new graphic. Choose the ellipse tool and, while holding down the Ctrl key to constrain the ratio, draw a circle about 2.5 inches in diameter at the left of the page.

Select the pick tool and, with the circle selected, hit Ctrl-c and Ctrl-v to copy and paste the circle. Use the right cursor key to move the copy to the right of the page. (see figure 2.1).


figure 2.1
figure 2.1

Select the rectangle tool and draw a rectangle between the two circles. Make sure that the corners of the rectangle meet with the circles (see figure 2.2)


figure 2.2
figure 2.2

Use the pick tool to draw a marquee around both circles and the rectangle. Click the intersection Intersection icon. This will only create the intersection of the left-most circle and the rectangle (see figure 2.3).


figure 2.3
figure 2.3

Use the pick tool to draw another marquee around the right-most circle and the rectangle. Click the intersect icon again. You should now have two intersections with the rectangle. Choose the circles, one at a time, and delete them. This should leave you with something like figure 2.4.


figure 2.4
figure 2.4

Use the pick tool to select the left-most curve and fill this object with a light gray. Select the right-most curve and fill this object with a dark gray (see figure 2.5).


figure 2.5
figure 2.5

Select the fill tool and choose the gradient tool from the flyout menu. This will bring up the Fountain Fill dialog box. Under Color blend, select Custom. This will change the Fountain Fill dialog box so that it resembles figure 2.6.


figure 2.6
figure 2.6

Add another point to the blend by double-clicking above the rectangular blend window. Change the middle point (the one you just added) to a light gray by clicking on the Current pulldown menu (it’s just above the custom blend window). Change the color at both of the outside points to dark gray. Set the Angle to 90 and adjust the middle point so that your blend resembles the one in figure 2.6. Click OK.

NOTE: The custom blend starts out with only a beginning and an ending point. You can add more points to create your custom blend by double-clicking above the blend window. These points can also be moved by clicking and dragging.

Select the button with the pick tool and, using the outline tool flyout menu, set the outline to none.

Use Arrange, Transform, Scale and Mirror to resize the button.

At this point you might want to save the button (see figure 2.7).


figure 2.7
figure 2.7

I exported the button as a JPG with the following settings in the Bitmap Export dialog box. The really important settings to remember are the Maintain aspect ratio and Super-sampling.


figure 2.8
figure 2.8

Use the text tool to add some text to your button. I used the Bedrock font. You may choose to copy and paste the text with a different color to add a highlight (see figure 2.9).


figure 2.9
figure 2.9

Export the final button as a web-ready JPG and make sure you keep a copy of the vector drawing i.e. save the image as a CDR file so you can go back and make changes easily later on.

That’s it…. Be sure to check out some of our other Corel DRAW! tutorials.



var addthis_pub=”arenadigitalstudio”;
Bookmark and Share

Membuat USB Flash Drive

USB Flash Drive Illustration (Klik bwat ngegedein)

Tutorial photoshop kali ini gw mao bikin flash disk, … kira kira kaya gini sih bentuk na, namana juga ilustrasi.. hhehhek

USB Flash Drive Illustration (Klik bwat ngegedein)

pada canvas baru berukuran 800 x 400 px, aktifkan dlu grid canvas na
untuk membantu membwat objek dengan posisi yang proporsional, via menu
View > Show > Grid / pencet [ CTRL + ' ]

ambil eliptical marquee tool (M), bwat satu lingkaran elipse, trus
lanjutin bikin satu elipse lagi, sambil mencet [SHIFT] bwat meng-add
seleksi na.

.

add lagi (masih sambil mencet SHIFT) satu seleksi kotak diantara dua buah elipse di atas.

jadi ke gini hasil seleksi marquee na..

dari sono, bikin layer baru kasi warna bebas, bisa pake paint bucket, atow [ALT + BackSpace].

baru dah kasiin style na:

woke, kali ini kita kasi shadow sedikit kabur, pencet [CTRL+Click]
pada layer dasar diatas ni bwat bikin seleksi yang sama persis, bwat
layer baru, kasi warna putih, turunin opacity na

baru dah di Transform [CTRL+T], perkecil ampe ke gini. saat di
transfrom, usahakan sebelumna pencet tombol [SHIFT + ALT] agar
pergeseran transform na seimbang, yakni mengecil ke tengah:

diatasna, bikin layer baru lagi, kali ini bikin gradasi transparent putih, dari atas ke bawah.

woke, saat na kita pisahin antara body flash drive dengan tutupna,
beralih ke layer dasar gradasi merah, ambil seleksi pada bagian sisi
kiri …., pencet keyboard [CTRL+X] dan paste [CTRL+V] , pisahkan
sementara ke samping kiri

ulangi untuk memisahkan layer shadow dan layer gradasi transparent.

gw pake shaping bwat nambahin bantalan ujung USB, kasi gradasi ke gini :

woke, bikin lagi satu shaping bwat lempengan USB na

gw kasi juga gradasi sedikit metal

kasi 2 kotak kecil di ujunga, ke yang sering lu liat di flash disk lu..

woke, untuk merek na lu bikin aja tulisan na di body flash drive na …

bwat gantungan na gw bikin pake pen tool…. dengan mode path

bikin titik path dlu

ambil convert point tool , lengkungin bagian titik2 na

woke, kalo udah lengkung dan ckup menarik, untuk sebuah gantungan
flash drive lu… aktifkan tool brush, pilih size 3 px, dan ubah
forground color menjadi hitam, kalo udah kembali ke pen tool.

bikin layer baru, baru dah klik kanan di path na, pilih stroke path.

gunakan option brush yang udah lu setting sebelumna

nah kasi dah sdikit drop shadow

jadi dah,…

USB Flash Drive Illustration (Klik bwat ngegedein)

© Copyright 2008 www.dremi.info Original Post: USB Flash Drive Illustration Category: InterfaceAbout the Author: dr.emi is a free man to distribute anything that he was founded. As a Webmaster He was publishing www.dremi.info to create one community that loves free idealism. Very specialy in Design Category. Welcome to love it!




var addthis_pub=”arenadigitalstudio”;
Bookmark and Share

Mambuat Spanduk

Hallo, sobat-sobat Blogger …. kita ketemu lagi nih. Aduhh …. capek banget, habis beberapa minggu kemarin, penulis disibukkan dengan begitu banyak kerjaan dari klien-klien penulis (wah… kayak orang top aja). Iya emang bener …. pokoknya macem-macem deh. Soalnya penulis neeh … biar jelek-jelek gini, tapi juga master design di tempat penulis (walah …. kok malah ngelantur).
OK langsung saja. Kali ini penulis mengajak sobat-sobat untuk sama-sama belajar membuat spanduk. Yang ingin penulis tekankan di sini adalah proses pembuatannya, bukan hasilnya. Soal bagus tidaknya hasil dari desain ini, tergantung ide masing-masing sobat. Yang penting adalah kita kenal dan hapal dulu menu-menu yang ada di Corel Draw.
Baiklah, mari kita mulai.

Membuat Background
1. Pertama-tama, kita buat dulu Kotak persegi panjang yang akan digunakan sebagai background.

Sebagai contoh :
- Biasanya ukuran normal spanduk adalah 5 s/d 7 meter x 1 meter.

2. Buat isi warna background dengan menu Fountain Fill
Tekan dan tahan ikon Botol Cat miring (walah … ini cuma istilah penulis saja, jangan ditertawakan … he .. he … ) dalam menu toolbox (kira-kira tombol nomor 2 dari bawah

3. Pilih ikon Fountain Fill Dialog (Bisa langsung menekan tombol F11)
4. Atur perpaduan warna dan arah gradasinya sesuai selera anda.
- Selesai

Menambahkan beberapa obyek sebagai penghias background
- Anda bisa menambahkan beberapa obyek dengan membuat sendiri, download, atau dari koleksi milik anda sendiri.
- Sebagai contoh penulis memakai gambar hasil download di internat

6. Letakkan obyek tersebut di pojok kanan bawah.
Tips & Trik : Pilih obyek tambahan, tekan tombol Shift dan jangan dilepaskan, lalu pilih obyek background utama (kotak persegi panjang) lalu lepaskan tombol Shift.
Tekan tombol R (untuk membuat kedua obyek rata sisi kanan) dan tekan tombol B (untuk membuat kedua obyek rata sisi bawah). Beres…

7. Buat sebagian obyek tambahan tadi tampak sedikit transparan di sebelah pojok kiri atasnya. Pilih obyek tambahan pertama tadi, lalu klik ikon Interactive Transparency Tool (Satu group dengan Interactive Blend Tool, Interactive Countur Tool, Interactive Shadow Tool, dll. seperti yang sudah pernah penulis bahas dalam tutorial edisi yang lalu).

Buat transparency dari arah kanan bawah menuju kiri atas obyek.

Sudah …? Berikut ini hasilnya.

8. Tambahkan lagi di pojok kanan atas obyek kotak-kotak berjajar.
- Buat kotak dengan Rectangle Tool (tekan F6) dengan ukuran 9 x 9 cm.
- Buat tiap sudut-sudutnya menjadi tumpul. Pilih Shape Tool (Icon yang berada di bawah Pick Tool / kira-kira tombol nomor dua dari atas). Arahkan pointer ke salah satu sudutnya. Geser ke arah kiri/ kanan / atas / bawah. Lihat hasilnya …. sesuaikan dengan selera anda.

- Buat duplikat dari obyek kotak tadi. Caranya : anda bisa memakai cara freestyle yang biasa penulis lakukan (tapi butuh ketelitian dan latihan bro ….). Pilih obyek kotak, Tekan dan tahan tombol Ctrl lalu geser ke arah kanan / kiri / atas / bawah. Sambil terus menekan tombol Ctrl, klik kanan mouse. Sekarang lepaskan jari-jari anda dari tombol dan jangan menekan apapun dulu. Sudah ….? Tekan tombol Ctrl + D (Sambil menekan tombol Ctrl, tekan juga tombol D pada keyboard), lakukan berulang-ulang hingga jumlah yang anda inginkan. (Bagi yang belum pernah melakukan trik ini pasti agak sedikit kerepotan, karena hasilnya berbeda. Biasanya muncul dialog box berupa konfirmasi. Klik saja Cancel, lalu ulangi langkah di atas tadi. Pasti deh dialog box-nya tidak akan muncul lagi).

Tips : Lihat di Property Bar. Perhatikan bahwa setiap kali anda meng-Klik tombol yang ada di Toolbox, menu yang ada di Property Bar akan berubah. Di situlah tempat anda bisa mengatur parameter-parameter untuk tiap tombol yang ada di Toolbox tadi.

Alternatif duplikat obyek dengan menggunakan Kotak dialog Transformations :

9. Lihat di sebelah kanan lembar kerja anda. Jika sudah ada tab Transformations, anda bisa langsung menggunakannya dengan meng-klik-nya saja.
Kalau belum, Klik menu Window > Dockers > Transformations > Position.

Atur ukuran jarak duplikasinya. Misal : jika ukuran obyek yang ingin anda buat duplikasi berjejer dan saling bertemu sisi-sisinya adalah 9 cm, berarti jika anda ingin membuat duplikatnya ke arah kanan, anda harus mengisi nilai 9 cm pada kolom H (dengan asumsi unit Ruler lembar kerja anda adalah centimeter ) dan nilai 0 pada kolom V. Jika sebaliknya, anda harus mengisi nilai -9 cm pada kolom H. Begitu juga jika anda ingin membuat duplikat ke arah vertikal (atas), anda harus mengisi 9 cm pada kolom V, dan seterusnya. Jika anda ingin memberi jarak antar obyek, tambahkan nilai di belakang angka 9. Misal : 9,1 ; 9,5 ; 11 ; dan seterusnya. Sudah bosss ….. capek nih ngetik terus.

Tips : untuk mengubah unit Ruler pada lembar kerja anda, hilangkan semua seleksi obyek dengan mengklik di area kosong pada lembar kerja anda. Pada Property Bar, cari tulisan Units. Sudah boss …? ubah unitnya menjadi centimeter.

Atau jika ingin agar setiap kali anda membuat dokumen baru, unit rulernya adalah centimeter, klik menu Tools > Options. Double klik tab Document. Beri centang pada Save options as defaults for new documents. Pastikan semua opsi di bawahnya juga tercentang semuanya.

Lalu masuk pada sub tab Page. Abaikan saja opsi centangnya. Masuk pada sub tab Size. Atur parameternya seperti tampak pada gambar di bawah ini. Ket : pada kolom paper tertulis Government Legal. Itu adalah ukuran Folio yang biasa penulis gunakan. Silahkan anda rubah sesuai kebutuhan anda.

10. Seleksi semua obyek kotak tadi dengan mode area selection (klik tombol kiri mouse dan drag sehingga semua obyek kotak tadi terseleksi).

Tekan Ctrl + G (untuk membuat obyek yang diseleksi tadi sebagai satu kesatuan / group). Selesai…eh tapi kok kurang menarik ya ….? Biar kelihatan lebih menarik, anda bisa mengaplikasikan langkah No. 7 pada obyek kotak yang telah digroup tadi. Langkahnya sama. Silahkan anda berkreasi dengan ide anda sendiri. OK Boss ….. Lanjut

Bekerja dengan PowerClip
11. Tambahkan lagi obyek di sebelah kiri kotak background spanduk tadi. Sebagai contoh kali ini penulis akan mengaplikaskan menu efek Powerclip. Caranya mudah kok.
- Ambil gambar sesuai kreasi anda.
- Letakkan di sebelah kiri halaman kerja anda (orientasinya nanti obyek tersebut akan diletakkan di pojok kiri bawah dari obyek background utama).
- Pilih gambar tersebut, lalu klik menu Effect > Powerclip > Place Inside Container, lalu Klik pada obyek background utama.
Sekarang obyek tersebut sudah berada dalam obyek kotak background utama. Tapi kok ada di tengahnya ya …? Gampang ..! Untuk mengaturnya, anda bisa klik kanan background utama, pilih Edit Contents.
Geser obyek tadi ke sudut kiri bawah dari area persegi panjang background utama. Jika sudah selesai, klik kanan pada obyek yang ada di dalamnya, pilih Finish Editing This Level. Beres kan …?

Trik : Biar anda tidak selalu harus kerepotan dengan langkah di atas tadi, sebelum menggunakan menu Effect > Powerclip, atur dulu agar setiap kali anda menggunakan menu tersebut, obyek yang berada di dalamnya tidak selalu berada di tengah obyek tujuan. (dalam hal ini obyek yang berada dalam background utama). Caranya, klik menu Tools > Options. Arahkan mouse anda ke tab Edit (berada dalam group tab Workspace). Hilangkan centang Auto-center new PowerClip contents. Coba lihat hasilnya….

Sudah beres kan ?

Membuat Teks Isi Spanduk
10. Ketikkan beberapa kata atau kalimat sebagai isi dari spanduk tersebut sesuai keperluan.
Tambahkan beberapa efek seperti Interactive Drop Shadow Tool, Interactive Countur Tool, dll., seperti yang telah penulis bahas dalam tutorial sebelumnya, sehingga hasilnya akan seperti di bawah ini …..

11. Jangan lupa … dan jangan lupa. Simpan hasil pekerjaan anda. Biasakan selalu menyimpan hasil kerja sesering mungkin. Karena jika tidak, itu BERBAHAYA …….

OK deh, Selamat mencoba …. semoga bermanfaat.

var addthis_pub=”arenadigitalstudio”;
Bookmark and Share

Membuat Bercak Noda Cat dengan Corel Draw


Dalam Tutorial Kali ini saya mencoba menjelaskan kepada anda bagaimana cara membuat suatu bercak noda, baik itu noda tinta, darah, noda bersejarah, kendaraan bernoda empat, halah! :D walaupun sebetulnya internet menyediakan secara gratis font symbol bercak-bercak tersebut, seperti WC Rhesus A, WC Rhesus B, etc.

Silahkan anda mengawalinya dengan membuat new file, kemudian buatlah sebuah lingkaran ( F7 ), untuk membuat suatu lingkaran anda cukup me-klik ctrl kemudian drag.
Untuk contoh, disini saya memakai diameter 831 pixel

setelah itu klik kanan object tersebut, pilih convert to curve, ini perlu dilakukan untuk mempermudah smudge brush nanti.

kemudian silahkan anda atur object lingkaran tersebut sedemikian rupa , sehingga terlihat seperti sebuah bercak yang jatuh dari atas
saya membuatnya seperti ini :

kemudian pilih smudge brush dan isi enter a fixed value for tilt setting dengan nilai 90

setelah itu anda bisa merubah bentuk object tersebut sedemikian rupa dengan shape tool



dan inilah hasil akhir dari penjelasan tutorial ini.

gitu aja tutorial dari kami.



var addthis_pub=”arenadigitalstudio”;
Bookmark and Share

Corel Draw Tutorial : Membuat Butiran Air

Panduan sederhana membuat butir-butir tetesan air dengan Corel Draw.
Semoga bermanfaat bagi anda….

Buat kotak (Rectangle tool) sebagai alas.
Tekan F6 di keyboard untuk langsung membuatnya. Sebagai contoh buatlah dengan ukuran 368 x 234 pixel.

Gunakan elispe tool dengan menekan F7 di keyboard untuk membuat
sebuah elips dengan ukuran 43 x 51 px.

1. Buatlah duplikasi elips tersebut dengan menekan Ctrl+C lalu mem-pastenya Ctrl+V di tempat yang sama.

2. Setelah itu, di luar persegi, buatlah sebuah rectangle ( ukuran bebas ). Kemudian, rectangle yang telah dibuat tadi ditaruh di atas elips hasil kopian yang tadi.

3. Dalam keadaan keduanya terpilih. Lakukan trim ( back minus front ).
Sehingga hasilnya seperti ini, setelah fillnya di beri warna putih.


4. Dengan transparency tool, lakukan transparasi gradien, menjadi seperti ini. kemudian lakukan langkah no 1 sebanyak 2 kali. hal ini di gunakan untuk memberi sisi gelap dari butiran air.

5. Perbesarlah salah satu elips yang tadi … kemudian lakukan trim, seperti di langkah ke 3.

6. Kemudian dengan transparency tool, lakukan transparansi gradien seperti ini …


7. Setelah itu, hilangkan outline-nya dengan memilih objek yang akan dihilangkan outline, kemudian klik ikon seperti gambar di bawah ini :

8. Kemudian, buatlah elipse dengan ukuran 6 x 6 pixel. Beri fill colornya warna putih. Setelah itu berilah shadow effect, dengan memilih interactive drop shadow tool, shadow ini akan di gunakan sebagai pantulan cahaya putih nantinya.

9. Beri drop shadow colornya berwarna putih, kemudian drop shadow opacitynya 86 persen.

10. Kemudian buatlah kembali elips dengan ukuran 43 x 51 pixel. Beri fillcolornya berwarna putih.
11. Setelah itu, buat kembali elips dengan ukuran 50 x 51 pixel. Elips ke dua ini di taruh di bawah elips sebelumnya.

12. Lakukan trim ( back minus front ) pada kedua elips tersebut sehingga menjadi seperti ini. Kemudian berilah transparasi sebesar 68 persen.


Yup, hasil akhirnya akan seperti ini.

Sampe di sini dulu tutorial sederhana ini. Laen kali pasti asyik dah …..



var addthis_pub=”arenadigitalstudio”;
Bookmark and Share

Corel Draw Tutorial : Berlatih Membuat Logo

Dalam tutorial kali ini kami mencoba untuk membuat sebuah logo sederhana dengan menggunakan Corel Draw X3. Sebagai contoh kita akan membuat logo KENTDesign.

English Version : HERE

Persiapan :
a. Buat dokumen baru. Klik File > New
Untuk ukuran dokumen terserah keinginan anda (sesuai dengan kebutuhan)
b. Pada Property Bar, ubah units menjadi cm

Langkah Kerja :
1. Buat kotak persegi panjang dengan ukuran 20 cm x 6.5 cm menggunakan Rectangle Tool (anda bisa langsung menekan tombol F6)
Klik pada obyek persegi panjang, atur ukurannya pada Property Bar.

2. Beri warna gradasi sesuai keinginan anda
3. Buat huruf K di atas obyek persegi panjang
Contoh : font m-Ben Krush, warna merah
4. Buat efek outline hitam dengan menggunakan Interactive Contour Tool
Ket : Bila tidak kelihatan, klik tanda segitiga di pojok kanan bawah dari tool yang terletak persis di bawah Text Tool (Tanda Huruf A), lalu pilih Interactive Contour Tool

Atur parameternya pada Property Bar (Nilai yang dimasukkan sesuai kebutuhan)

Lalu pisahkan obyek hasil Contour tadi dengan obyek asalnya. Seleksi pada obyek hasil contour (warna hitam) atau seleksi keduanya dengan menggunakan area selection (menggunakan Pick Tool). Lalu Klik Arrange > Break Contour Group Apart. Atau tekan Ctrl (jangan dilepas dulu) lalu tekan huruf K pada keyboard.

5. Nah pembuatan efek outline beres sudah. Selanjutnya, beri efek Bevel pada huruf K. (huruf warna merah)
Klik : Effect > Bevel. Atur parameternya seperti pada gambar.

Asyik kan …? Lanjut booosss …..
Untuk membuat agar tidak kelihatan polos, anda bisa memberi efek warna gradasi di atas obyek. Kali ini sebagai latihan kita akan memakai Interactive Transparency Tool (memang agak rumit sih, tapi biar kita lebih tahu tool-tool yang ada di Corel Draw. Setuju ngga’ ….?)
Caranya, Kembali ke langkah No. 4. Pilih obyek huruf K warna merah. Buat diplikat dengan menekan Ctrl+C (Edit > Copy). Lalu buat halaman baru dengan menekan tanda + yang ada di pojok kiri barah area kerja. Anda juga bisa menekan Klik kanan mouse pada garis batas halaman lalu pilih Insert Page After. Lalu tekan Ctrl+V (Edit > Paste)

Lanjutkan ke langkah No. 5.
Setelah itu copykan obyek yang ada di Page 2 ke Page 1. Beri warna putih pada Fill color.
Untuk memberi efek gradasi, kita akan menggunakan alat Interactive Transparency Tool. Tool ini berada satu group dengan Interactive Contour Tool. (Masih ingat caranya bukan …? Kalo lupa, anda bisa lihat di langkah no. 4 tadi, lalu pilih Interactive Transparency Tool

Seleksi obyek yang akan dibuat transparan. Klik dan drag sesuai keinginan anda. (bisa dari atas ke bawah, dari bawah ke atas,dsb). Sekarang sudah kelihatan lebih bagus kan ?

6. Efek Drop Shadow
Pilih obyek huruf K yang warna hitam. Klik Interactive Drop Shadow Tool (Satu group dengan Interactive Contour Tool seperti pada Langkah No. 4)

Atur parameternya sebagai berikut :
- Drop Shadow Opacity = 100
- Drop Shadow Feathering = 6
- Feathering Direction = Outside
- Tansparency Operation = Normal
- Drop Shadow Color = Putih

7.Ketikkan huruf ENT di belakang huruf K. Atur ukurannya sesuai kebutuhan. Beri efek Contour dan Bevel seperti pada langkah no. 4 dengan nilai parameternya sesuai keinginan anda. Atau anda bisa menambahkan efek gradasi dengan Interactive Transparency tool seperti pada langkah No. 5.
Beress …!

8.Sebagai Finishing, anda bisa menambahkan ornament-ornament seperti pada contoh jadi dengan menggambar sendiri atau mengambil dari koleksi gambar anda. Atau anda bisa menyimpan gambar di bawah ini. (klik untuk memperbesar gambar, lalu klik kanan pada gambar, pilih save image as, lalu simpan di media penyimpanan anda).

OK Boss ….? Selamat mencoba dan berjuang ….!!!
Lain kali akan kita coba membuat desain-desain yang lebih asyik n’ keren lagi.
Bila ada pertanyaan atau masukan-maskan, silahkan isi kolom komentar di bawah ini.

English Version HERE

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.